Kapan terakhir kamu tersenyum bahagia?
Hari ini? Sepertinya bukan. Sudah lama ya?
Mungkin hari ini kamu tersenyum namun, apa kamu yakin kamu sedang bahagia?
Kapan terakhir kali kamu tertawa lepas?
Kemarin? Atau bulan kemarin? Atau mungkin kamu sudah lupa.
Mungkin hari ini kamu tertawa namun, bukan tawa lepas seperti saat itu.
Bibirmu mungkin tersenyum dan tertawa tapi tidak bahagia dan lepas. Karena mana mungkin mata itu berhasil menipuku. Binar mata yang kelam seperti menyimpan beribu-ribu beban. Sorot mata yang rapuh namun mencoba tetap tangguh.
Mungkin ragamu berjalan kemana-mana. Namun, ada apa dengan pikiranmu. Kamu tenggelam! Oh tidak, kamu terperangkap dalam pikiranmu sendiri.
Senin, 26 Agustus 2019
Sabtu, 17 Agustus 2019
Tak Mau Kalah
Tahukah kamu hatiku patah.
Sebab kamu kembali berubah.
Tapi, mungkin aku yang salah.
Selalu berusaha memancing amarah.
Rindu membuat aku berulah.
Menjadi egois tak tentu arah.
Dan kamu seolah tak terbantah.
Membuat kita tak mau kalah.
Rasanya seperti berdarah.
Siapa yang akan mengalah?
Hingga kita berdua mulai lelah.
Pun akhirnya menyerah.
Sebab kamu kembali berubah.
Tapi, mungkin aku yang salah.
Selalu berusaha memancing amarah.
Rindu membuat aku berulah.
Menjadi egois tak tentu arah.
Dan kamu seolah tak terbantah.
Membuat kita tak mau kalah.
Rasanya seperti berdarah.
Siapa yang akan mengalah?
Hingga kita berdua mulai lelah.
Pun akhirnya menyerah.
Senin, 12 Agustus 2019
Untuk si Tuan
Tuan, semoga langkahmu ringan.
Semoga Tuhan selalu membuatmu aman.
Dalam setiap perjalanan.
Semoga selalu dimudahkan.
Tuan, mungkin nanti banyak rintangan.
Patah semangat, bahkan keputusasaan.
Lalu kamu belajar arti kedewasaan.
Semua yang terlewat kembali menguatkan.
Tuan, terima kasih atas segala kesempatan.
Cerita panjang yang menjadi kenangan.
Untuk bahu yang pernah engkau pinjamkan.
Bahkan setiap keluh yang selalu engkau dengarkan.
Hei Tuan, selamat ulang tahun.
Semoga tercapai semua yang engaku inginkan.
Segala mimpi-mimpi jadi kenyataan.
Dan sesuai dengan apa yang telah engkau cita-citakan.
Tuan..
Kepada semesta telah aku titipkan.
Doa untukmu telah aku panjatkan.
Semoga di dengar dan di aamiinkan.
Semoga Tuhan selalu membuatmu aman.
Dalam setiap perjalanan.
Semoga selalu dimudahkan.
Tuan, mungkin nanti banyak rintangan.
Patah semangat, bahkan keputusasaan.
Lalu kamu belajar arti kedewasaan.
Semua yang terlewat kembali menguatkan.
Tuan, terima kasih atas segala kesempatan.
Cerita panjang yang menjadi kenangan.
Untuk bahu yang pernah engkau pinjamkan.
Bahkan setiap keluh yang selalu engkau dengarkan.
Hei Tuan, selamat ulang tahun.
Semoga tercapai semua yang engaku inginkan.
Segala mimpi-mimpi jadi kenyataan.
Dan sesuai dengan apa yang telah engkau cita-citakan.
Tuan..
Kepada semesta telah aku titipkan.
Doa untukmu telah aku panjatkan.
Semoga di dengar dan di aamiinkan.
Langganan:
Postingan (Atom)